HYU Apresiasi Rico Sia Anggota DPR RI Komisi VII  Dapil Papua Barat Yang Memperjuangkan Hak – Hak Sipil Orang  Asli Papua  

oleh manager
Bagikan berita ini

Jakarta (Jenderalnews.com) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia HYU sapaan akrab dari Hendrik Yance Udam memberikan apresiasi  atas kerja  nyata karya dan kekaryaan dalam memperjuangkan hak  – hak sipil orang asli Papua dalam kerangka NKRI.

Yang dilakukan oleh anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan  Provinsi Papua Barat Fraksi Nasdem Bung Rico Sia Kata,”HYU melalui telepon selulernya yang di hubungi media ini ( Minggu 31 Januari 2021 ).

Lebih lanjut di katakan HYU bahwa,” Bung Rico Sia ini adalah Politisi Partai Nasdem yang memiliki hati nurani yang baik dalam memperjuangkan kepentingan rakyat terlebih khusus kepentingan masyarakat adat yang ada di Provinsi Papua.

Menurut HYU wakil rakyat seperti inilah yang harus di contoi serta dukung oleh rakyat.

Sebab kehadiran Bung Rico Sia sebagai wakil rakyat bukan untuk mencari kekayaan karena Beliau memiliki latar blakang pengusaha sukses yang berkecimpung dalam dunia politik.

Namun  kehadiran Beliau sebagai Wakil Rakyat yaitu untuk mengapdi bagi Bangsa dan Negara demi keadilan sosial kesejahteraan masyarakat Indonesia terlebih khusus masyarakat adat yang ada di Tanah Papua.

Sementara itu Sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua maupun di Papua Barat membuat masyarakat harus menunggu berhari-hari untuk membeli minyak.

Persoalan tersebut diungkap anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi NasDem, Rico Sia, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/1).

“Ternyata di sana mereka harus menunggu lama, sampai berhari-hari. Padahal mereka, pengusaha asli Papua ingin membangun tempat-tempat penampungan untuk ketahanan energi,” ujar Rico Sia.

Menurut wakil rakyat dari dapil Papua Barat itu, jika di Papua maupun di Papua Barat ada tempat-tempat penampungan BBM, diyakini pasokan BBM di wilayah tersebut tidak akan terganggu.

Legislator NasDem itu meminta kepada BPH Migas agar memberi kesempatan kepada pengusaha asli Papua untuk membangun penampungan-penampungan tersebut.

“Mereka punya lahan cukup luas, bahkan sangat luas, modal juga ada, tapi izin usaha mereka yang belum pernah diberikan. Padahal, pengusaha-pengusaha asli Papua tersebut sudah kerap mengajukan izin usaha tersebut, namun  ditolak ,” tegas Rico.

Dalam RDP yang dihadiri Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa itu, Rico juga menegaskan arti pentingnya melibatkan pengusaha asli Papua dalam pengelolaan energi. Rico berpandangan, pengusaha asli Papua ingin bisa bersinergi dengan Pertamina, BPH Migas untuk kepentingan negara ini.

“Mereka orang baik yang ingin bekerja sama dengan baik. Maka saya berharap mereka diberi kesempatan sehingga mereka merasa menjadi bagian dari Indonesia, dan bisa menjadi pengusaha hebat,” tegas Rico.

Legislator NasDem itu berharap, pengusaha di Papua maupun Papua Barat, bisa menjadi pengusaha yang bukan hanya mengelola skala kecil, tetapi juga harus diberi kepercayaan dan kesempatan untuk mengelola skala lebih besar.

“Semoga apa yang saya sampaikan ini bisa ditindaklanjuti segera, karena mereka selama ini tidak ada kesempatan,” tegas Rico.

HYU juga berharap agar supaya Bung Rico Sia dapat juga memperjuangkan nasib pengusaha asli Papua untuk menjadi pengusaha nasional dalam segala sektor yang ada.dan juga kepada para pengusaha asli Papua kiranya dapat bersinergis

dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada  dan jangan terus berharap pada  proyek plat merah atau  proyek APBD namun dapat juga mengarap sektor  ril sebagai peluang berwirah usaha,”Harap HYU

 

 

 

 

Berita Lainnya untuk Anda

Tinggalkan Komen