Ketum Gercin Indonesia : Pertemuan Dua Pentingi Militer Sangat Baik Untuk Kerja Sama Antara Negara Dalam Menciptakan Perdamain Dunia

oleh manager
Bagikan berita ini

Jakarta (Jenderalnews.com) – Panglima Koamando Gabungan Wilayah( Pangkogabwilhan )  III Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) menerima kunjungan Atase Pertahanan (Athan) Amerika Serikat, Kolonel Theodore Liebriech beserta rombongan, bertempat di Kantor Makogabwilhan III Kompleks Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (10/5/2022).

Pada kesempatan tersebut, Pangkogabwilhan III menyampaikan bahwa sejarah perjalanan hubungan Kerja sama TNI (AD, AL, AU) – Army Force US sudah sangat lama dan sudah banyak program kerja sama yang dilaksanakan namun dengan keberadaan Organisasi Kogabwilhan III masih belum ada, sehingga kedatangan Kolonel Theodore Liebriech (yang lebih akrab dipanggil Leo) menjadi momentum untuk mendorong Kerja sama Kedua Angkatan Bersenjata khususnya Indo Pacom – Kogabwilhan III dalam rangka menjaga warga negara di kedua negara dan menjaga kepentingan kedua negara untuk mencapai tujuan bersama.

Di Tempat terpisah Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia ( Dpn Gercin Indonesia ) HYU sapaan akrab dari Hendrik Yance Udam Tokoh Nasional asal papua yang di mintai tangapannya terkait pertemuan  Pangkogabwilhan III dengan  Atase Pertahanan Amerika Serikat Kolonel Theodore Liebriech . Melalui telpon selulernya  (Rabu 11Mei 2022)  mengatakan bahwa,” Saya memberikan apresiasi sebesarnya atas pertemuan dua  petingi militer tersebut yaitu dari pihak Negara Kesatuan Republik Indonesia Pangkogabwilhan III Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) dan dari pihak Negara Amerika Serikat yaitu Atase Pertahanan Amerika Serikat Kolonel Theodore Liebriech

Menurut HYU bahwa,” Petermuan ini sangatlah penting sehingga kedepannya dapat di lakukan kerja sama militer kedua Negara yaitu Indonesia dan Amerika serikat dalam menciptakan perdamian dunia di Kawasan asia dan pasifik. Mengingat di kawasana tersebut cukup rawan di karenakan tempat lalulintas pergerakan gerbong teroris dunia.

Ditambahka HYU bahwa Amerika Serikat dan Indonesia memiliki sejarah  yang harmonis  dan hubungan kedua negara yang sangat baik antara lain Amerika mendesak Belanda untuk mengakui kerdekaan Indonesia pada 1945.

Amerika terutama memainkan peran yang menentukan dalam tahap akhir perjuangan kemerdekaan RI, pada awal 1949, yang memaksa Belanda sampai pada keputusan untuk memulai Konferensi Meja Bundar dengan para pemimpin Republik dan akhirnya mengarah pada pengakuan formal kemerdekaan RI pada 27 Desember 1949.

Peran penting Amerika itu terbukti dari pembicaraan dalam pertemuan yang menentukan antara Menteri Luar Negeri AS Dean Acheson dengan Menteri Luar Negeri Belanda Dirk Stikker pada akhir bulan Maret 1949, di mana dalam pertemuan itu, Acheson menjelaskan bahwa jika Belanda tidak bergerak dengan sangat cepat untuk memulai perundingan serius dengan kaum nasionalis Indonesia dengan tujuan memberikan kemerdekaan yang murni, maka Amerika Serikat harus mempertimbangkan penarikan bantuan keuangannya ke Belanda,”Koar HYU di balik telpon selulernya (Red)

 

 

Berita Lainnya untuk Anda

Tinggalkan Komen