Tokoh Nasional : Apresiasi Ide Kreatif Jenderal Sembiring Perkuat Ekonomi Mama – Mama Papua

oleh manager
Bagikan berita ini

Jayapura (Jenderalnews.com )  Ketua Dewan Pimpinan  Nasional Gerakan RakyatCinta Indonesia ( Dpn Gercin Indonesia ) HYU sapaan akrab dari Hendrik Yance Udam  memberikan Apresiasi atas ide – ide kreatif Danrem 172 PWY Brigjen Jo Sembiring perkuat UMKM  mama – mama Papua  dengan mengaktifkan  Gebyar Mama Papua  yang berlangsung pada 6-8 September 2022,’ Kata HYU Tokoh Nasional asal Papua   yang di temuai di acara lepas sambut Pangdam XVII/Cenderawasih dari Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M kepada Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, bertempat di Gedung Sasana Krida Kantor Gubernur Provinsi Papua, Kamis (8/9/2022).

Dikatakan HYU kegiatan yang di lakukan oleh Danrem 172  PWY ini  kiranya dapat menjadi inspirasi bagi satuan -satuan komando TNI AD yang ada di Papua agar bisa juga melakukan kegiatan seperti ini di satuanya masing – masing  untuk memperkuat UMKM bagi masyarakat Papua.

Sebab menurut HYU  persoalan Papua bukan hannya persoalan politik saja melainkan persoalan ekonomi. Dan jikalau ekonomi keluarga kuat  maka dengan sendirinya masyarkat  Papua akan hidup sejahtera. Dan tidak akan terprovokasi oleh isu – isu politik Papua Merdeka

HYU berharap agar supaya dari kegiatan   UMKM ini yang di lakukan oleh Danrem 172 PWY kiranya dapat melahirkan para pelaku UMKM yang nasionalis dan dapat memberikan kontribusi  positif yang berkelanjutan bagi Tanah Papua serta Bangsa dan Negara,”Harap HYU

Sementara itu seperti di beritakan sebelumnya Korem 172/PWY mengaktifkan Gebayar Mama Papua. Acara ini diselenggarakan untuk menjadikan UKM di dalam dan sekitar kota Jayapura lebih mandiri.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 128 Mama Papua yang bergerak di sektor UMKM Pak. Kegiatan BIMTEC Gebayar Mama Papua Teknis kemungkinan akan berlangsung pada 6-8 September 2022.

Salah satu peserta kegiatan ini, Mama Ina, menyambut baik Gebayar Mama Papua Mampu yang dimulai oleh Korem 172/PWY. “Pelajaran yang diberikan dalam bimbingan teknis ini sangat bermanfaat. Saat ini kami membuat aneka kue dan kue dari bahan-bahan lokal, seperti pisang atau ubi ungu bahkan labu kuning yang banyak dijumpai di Jayapura,” jelasnya.

Mama Ina percaya dengan mengandalkan kompetensi lokal, bahan-bahan asli lebih mudah ditemukan dan kue yang dihasilkan lebih bergizi.

Dimulai oleh Gebayar Mama Papua Mampu, Korem 172/PWY. (Kabarpapua.co/Katharina)

Eunike Yunita, salah satu pembimbing Mamas Abel Papua, mengaku sebagian besar Mama Papua yang mengikuti kegiatan tersebut antusias mendengar penjelasan yang diberikan.

“Ibu-ibu sangat membutuhkan bimbingan keterampilan yang bisa mendatangkan pendapatan ekonomi keluarga. Saya berharap ibu-ibu yang sudah dilatih bisa membuat kue untuk dijual dan nantinya menjadi sumber ekonomi keluarga. Misalnya tidak dijual, paling tidak bisa. buat untuk keluarga tercinta, bisa pilih bahan yang bagus dan higenis,” jelasnya.

Komandan Kuorum 172/PWY, Brigjen JO Sembiring mengatakan Gebyar Mama Papua mampu menyasar UMKM tempat para Mama bekerja dan menjadi lebih maju dari sebelumnya. Juga sebagai upaya untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan di tanah Papua.

Selain melatih para Mama membuat kue dan makanan lezat lainnya, mereka juga dibekali berbagai informasi terkait bisnis, kelengkapan administrasi dan cara mendapatkan dukungan modal usaha dari perbankan.

“Sosialisasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait dengan pendirian usaha mandiri, kemudian hak cipta dan paten merek barang. Ini nantinya diperlukan untuk melindungi ibu-ibu Papua jika usahanya berkembang,” kata Danrem.

Tidak berhenti sampai di sini, Gebayar Mama Papua Mampu juga akan belajar cara memajang produk imut Atau menarik pembeli ke pasar. ,kemasan Pemasaran juga akan disediakan. Ini untuk menarik minat pembeli UKM dari MAMAs,” jelasnya.

Sebelumnya, pada awal Agustus lalu, Quorem 172/PWY sengaja mengumpulkan tenaga kerja UMKM untuk pendataan awal yang dibuat oleh PT Mandiri dan NIB (Enterprise Identification Number).

“Ini tantangan bagi kami, banyak ibu yang tidak memiliki KK atau tidak memiliki KK tetapi NIK berbeda. Sekali lagi, kami tidak memiliki NPWP dan kami membuat semua itu bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Alhamdulilah Ada yang sudah expired dan sejauh ini sudah 105 Mama Papua yang terdaftar di PT Mandiri, yang lain masih dalam proses,” ujarnya.

Danrem berterima kasih atas dukungan semua pihak, mulai dari Kadin hingga Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua, dari perbankan hingga PLN, dan berharap dapat membantu kelancaran kegiatan ini.

“Saya harap tidak berhenti sampai di sini saja. Misalnya perbankan bisa menyambut Mama Papua dengan memberikan kredit perbankan atau uang digital dan semoga pembekalan ini bisa memberikan pemahaman yang baik untuk Mama Papua,” jelasnya.

Danrem Joe menjelaskan, keberlangsungan program juga dibantu oleh Babinsa. Triknya, saat ibu-ibu Papua pulang ke rumah, mereka mengawasi dan memberikan pendampingan kepada ibu-ibu Papua.

“Babinsa akan mencatat wasiat mana saja yang ada, asalkan disesuaikan, disisihkan dan pergi ke bank untuk mengajukan kredit,” jelasnya.

Dari 128 ibu-ibu Papua yang mengikuti acara tersebut, Danrem Jo berharap 80 persen dari peserta akan terus mengembangkan produk UMKM ke jenjang yang lebih serius yang digelutinya.

“Ini tantangan. Kalau 80 persen berhasil, itu bagus. Untung semua peserta serius untuk terus berkembang bersama UMKM yang digelutinya. Kami masih butuh UMKM di Papua. Pembangunan butuh dukungan dari semua pemangku kepentingan

 

 

 

 

 

Berita Lainnya untuk Anda

Tinggalkan Komen