Gercin : Terimah Kasih  Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono Yang Sudah Sangat Peduli Terhadap  Anak Pejuang

oleh manager
Bagikan berita ini

 

 

 

Jakarta. Jenderalnews.com – Hendrik Yance Udam Ketua  Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyta Cinta Indonesia  alias HYU  yang di temui media ini di  salah satu kafe di jakarta pusat   Kamis 14 Mei 2020 mengatakan bahwa,” kami dari Gerakan Rakyat Cinta Indonesia memberikan ucapan terimah kasih dan apresiasi sebesar – besarnya kepada   Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono yang sudah berbaik  hati dan memfasilitasi Yulianus Kores Dimara atau Kores, anak dari Johannes Abraham Dimara, seorang putra Papua pertama berpangkat Mayor yang ikut bertempur dalam pembebasan Irian Barat dilarikan ke rumah sakit akibat penyakit TBC yang dideritanya.

“ Hal ini merupakan contohan yang baik  bagi generasi saat ini  agar supaya tidak boleh melupakan jasa – jasa parah pahlawan bangsa yang turut memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia,  sebab dari jasa –jasa parah pahlawan terdahulu lah maka hari ini Indonesia bisa  merdeka,  kalau bukan jasa – jasa parah pahlawan mungkin saat ini kita belum bisa merdeka dan masih berada dalam penjajahan  “

HYU  juga mejelaskan bahwa,” apa yang di lakukan oleh   Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono  ini adalah merupakan tidakan kemanusian yang turut peduli terhadap nasib anak bangsa yang sedang menderita kesakitan apalagi yang sakit tersebut adalah putra salah satu Pahlawan Nasional Bangsa.

Oleh sebab itu saya juga sangat berharap kepada pemerintahan Presiden Jokowidodo dalam hal ini kementrian terkait  agar supaya turut memperhatikan nasip dari pada generasi para pahlawan – pahlawan Bangsa yang ada di Indonesia dari sabang sampai merauke .

Sehingga  kehidupan mereka bisa sejahtra dan tidak terkatung – katung di  dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” harap HYU Pria hitam manis  tokoh nasional asal papua

 

Sementara Itu seperti di kutip dari SINDOnews mengatakan bahwa ,”  Yulianus Kores  Dimara atau Kores, anak dari Johannes Abraham Dimara, seorang putra Papua pertama berpangkat Mayor yang ikut bertempur dalampembebasan Irian Barat dilarikan ke rumah sakit akibat penyakit TBC yang dideritanya.

 

Ketua Tim Penanggulangan Bencana (PBN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Joudy Ante menganggap, ayah Kores berjasa terhadap Irian Barat atau sekarang disebut Papua, yang menjadi inspirasi Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, Jakarta

“PKPI hormat setinggi-tingginya kepada setiap Pahlawan Nasional. Mereka sudah berjuang untuk negara, dan kini saatnya kita membalas jasa melalui keluarga mereka. PKPI juga membuktikan partai yang peduli terhadap keluarga prajurit dan pejuang,” ujar Joudy kepada SINDOnews, Kamis (14/5/2020).

Semasa hidupnya, kata dia, Mayor Johannes meraih 6 penghargaan Satyalancana. Dua di antaranya Satyalancana Gerakan Operasi Militer III dan Perintis Pergerakan Kemerdekaan. Atas jasa-jasanya, Presiden Soekarno mengabadikan tokoh Johannes Dimara sebagai figur monumen Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Mengetahui Kores, putra dari Mayor Johannes tengah sakit parah, pihaknya langsung menjemput ke rumah kosnya yang terletak di bilangan Cipulir, Jakarta Selatan untuk dibawa ke RSPAD Gatot Subroto. Kores sebelumnya sempat ditolak beberapa RS, melihat kondisinya dirasa sudah tak memungkinkan untuk dirawat.

Ketua Dewan Kehormatan PKPI, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono yang lebih dulu mengetahui kejadian tersebut langsung menginstruksikan kepada Joudy untuk melakukan tindakan. “Begitu mendapat instruksi dari Ayahnda (AM Hendropriyono), kita langsung bergerak mencarikan rumah sakit. Sangat disayangkan! Tidak seharusnya pihak rumah sakit menolak seorang anggota keluarga pahlawan yang kondisinya sudah parah seperti ini. Beruntung RSPAD langsung dapat memberikan penanganan,” katanya.

Joudy berharap, masyarakat Indonesia lebih peduli lagi dengan tokoh-tokoh pejuang bangsa. Ditolaknya Kores di beberapa rumah sakit, menurutnya, menunjukkan bahwa masyarakat telah abai dengan nasib para keluarga veteran yang sudah memperjuangkan kebebasan yang bisa mereka nikmati saat ini.

“Apa yang sudah kita bantu tidak seberapa dengan kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh Mayor Johannes Dimara bagi Indonesia, khususnya bagi Papua. Kita tidak boleh melupakan perjuangan-perjuangan tokoh bangsa di masa lampau,” tuturnya.

 

Reporter Sandra Charlotte

Berita Lainnya untuk Anda

Tinggalkan Komen